Thursday, December 25, 2008

(Bukan) Cuma Semalam

Wajah manismu tercampur
dengan asin keringatmu,
menyaji rasa gurih tiada terkira
Ku ingin malam ini jadi selamanya..

Dingin kamar sewa, sementara
suhu tubuh kita menguar bara;
menjadi keseimbangan, yang
Ku ingin terjaga senantiasa..

Tapi esok hari kerja
Tentu kau tak mau jua

Bila asmara kita
berbuah SP3?

Tuesday, November 11, 2008

DARRENT CINTA RINCE

Kertas kusam itu teronggok saja di sana
Sampai berdebu, dicambuki ragu terabuk
Ada tinta mengering, malu-malu kucing
Kenapa tidak dipandang itu piring?
Biar terbawa kenangan
Indahnya sebuah perjamuan
--kala gelas dan piring ramai berdenting
bersama gelak dan lupa terlunta--

Bila memang pernah ada.

Wednesday, October 29, 2008

BILA TAK... MAKA...

Apakah kesendirian itu?
..................
Ketika wajah yang terpasang bahkan bukan wajahku
Ketika senyum tak terlihat --berganti pralambang
Ketika tangis hanyalah isyarat nan dingin-beku
Ketika coba tersenyum dalam deru gelombang..

Tanya: pada diri, pada buku, pada kata,
pada semua yang terpasung dalam topeng-
topeng bisu..

Bukankah kesendirian ini adalah jua ciptaanku?

Monday, October 27, 2008

Sonata Di Mutia(ra)

Telaga itu seperti tak bergelombang
Namun entah kenapa
Bulir mutiara terus bergulir
dari tepiannya, berkilau ditimpa caya..

Ada kisah di sana
Menanti untuk diceritakan
Namun terkunci dalam ketenangan,
Keteduhan yang tak pernah memaksa..

Telaga itu begitu damainya
Dan mutiara itu teramat indahnya..

Mengundangku untuk tenggelam ke dasarnya.

Monday, October 20, 2008

Overture Di C Minor

Jangan anggap aku bola pantul
Kerna aku adalah cermin
--yang memantulkan berkas cahyamu

Jangan jadikan aku kanvas lampias
Sebab aku selembar kertas putih
--tempat menyurat kisah suka dan sedih

Boleh, bila kau butuh telinga
Kuberi kau sepasang
Siap ditumpahi selaksa rasa kedalamnya

Semua mengalir perlahan saat ini
Menuju muara entah dan barangkali..

Kerna hari masih teramat pagi
Jangan terburu membakar diri.

Wednesday, September 10, 2008

LOTNOK (Agre(sor/sif)

Dia tergantung saja di situ --
Menunggu, dalam posisi jadah;
Tampaknya siap menerima
siapa saja..          yang mau

Perlu kepekaan buta
untuk bisa mengawini
Dia; bukannya semata
mengamini.

Monday, August 04, 2008

19.00: Lampu Masih Menyala di Ruang Stanley

Langkah-langkah goyah di setapak sunyi
Dengan udara yang belum bersitubuh,
cuaca yang belum termaknai..

Sepasang mataku gentar menatap sekeliling
Terantuk cahaya di ujung ruang; seseorang
menggauli detak dan detik nan teratur
Sebuah ada yang nyaris melebur
dalam ketiadaan..

Nyaris, maka fana terjaga
Semua ini hanya kerjapan mata
Citra hanya bisa terbentuk sebaik adanya.

Setelah Prakata

Akhirnya api itu bertemu mata air
lalu padam dalam suka-duka renjana
Terasa memang demikian baiknya
Setiap buhul fajar akan bertemu senja
dalam keluasan putar cakrawala
Lantas, udara pun bersaksi
seraya lambai salam pengiring jalan..

"Angkat sauh, kembangkan layar!
Arungi bahteramu laksmana!"

Thursday, June 26, 2008

Ayoh, Danny..

Ayoh, ada apa ini Danny?
Tawa lugasmu tampak merucut sonder swasana..
Humm, hummm, matamu mencelat kini
Menatap angkasa -silau sampai buta

Ayoh, Danny..
Lupakah kau pada saat kau menertawai surga?
Kerna belum tahu dan yakin
Sambil diam-diam kau menekuk badan
Tanda takzim tanpa tuntutan

Ay, kemarilah Danny
Hirup kucup kehijauan abadi di pucuk alpa
Sembari menapis ragu demi ragu
Sambil menatah
dan tertatih manja

Menakik senyum Sang Maha.

Wednesday, May 07, 2008

DI BEDA PARADIGMA

Ada puteri duyung dicengkeram gurita;
Seorang nelayan terbawa rasa,
Mengulurkan tangan lalu jalin temali
namun terbantun serta-merta
-dalam belitan, puteri bahagia alang-kepalang.
Nelayan bingung pun beranjak pulang
Kembali ke pesisir
kepada hari-hari hidupnya
Dengan satu pikiran bergayut
terbawa sampai ke ajalnya:
"Kenapa puteri malang itu tak mau ditolong ya?"

Thursday, April 17, 2008

BUAT LILIN KECILKU

Lha, lilin-lilin kecil.. mengapa cayamu temaram?
Apa mengikut ambien di kamar sempit ini?
dan terbawa udara yang berputar sonder warna?

Duh, lusinan tanda tanya..
Terperosok di lembah tanpa nama;
Jejak-jejak biru
pucat dan kaku

Lihat, lihat ke Sana!
Awan-gemawan berarak dalam asa tercekat
dan terus bergerak
dalam sisa-sisa sesuatu

Pertahanan jagad butir kedelai
Kaukah? Kaukah?

KAU-lah!!!