Monday, August 04, 2008

19.00: Lampu Masih Menyala di Ruang Stanley

Langkah-langkah goyah di setapak sunyi
Dengan udara yang belum bersitubuh,
cuaca yang belum termaknai..

Sepasang mataku gentar menatap sekeliling
Terantuk cahaya di ujung ruang; seseorang
menggauli detak dan detik nan teratur
Sebuah ada yang nyaris melebur
dalam ketiadaan..

Nyaris, maka fana terjaga
Semua ini hanya kerjapan mata
Citra hanya bisa terbentuk sebaik adanya.

Setelah Prakata

Akhirnya api itu bertemu mata air
lalu padam dalam suka-duka renjana
Terasa memang demikian baiknya
Setiap buhul fajar akan bertemu senja
dalam keluasan putar cakrawala
Lantas, udara pun bersaksi
seraya lambai salam pengiring jalan..

"Angkat sauh, kembangkan layar!
Arungi bahteramu laksmana!"