Lembar 1: Catatan Harian Kei
Beberapa tahun ini, aku berkhayal
sebagai seorang putri. Tinggal di istana
luas, tinggi, sunyi..
Tanpa Raja, Ratu, dayang, rakyat,
musuh atau sahabat..
dan, jika memandangi cermin, bahkan
Diriku tak terlihat di sana..
Lalu khayalan ini untuk siapa?
Aku bertanya-tanya
tiap kali kesadaran menggigit mata.
(Mungkin di seberang sana,
ada seseorang yang memahami
apa arti semua keluasan alam khayal ini
Adakah? Aku menanti..)
Lembar 2: Oda Mata Lusuh
‘Kau memang seorang putri
Berkah bagi kedua orangtua ;
Bila pun dinding itu bilah bambu sahaja
Kerajaan kalbu indah tak terperi.’
Melihat dukamu yang meracuni
alam pikirmu dan kuasai ‘tiap langkah
Aku tersentak! Gemas dan bergegas..
Tanganku gemetar mengetuki dinding maya
Mengulurkan ke arahmu
Sebuah undangan untuk bersetubuh
tanpa nista, tanpa tanya: kenapa mesti ada?
Kita memang ada.
Jalanilah adanya.