Ayo, dia bilang
Sibentuk hidup yang lupa
Pada tangis duka asa..
-:-
Ayoh! Dia bilang
--Setengah memaksa dalam buta
Pada gelas setengah kosong
Yang lupa 'pada mata air nan permana..
-::-
Semua sumur dicuri kuda pacu!
Dengan surai bulai, bertanduk satu
-:::-
Ayo.. Jemari keriput membilang
Kantung pundi dan jejamu
Berlari dari ingatan yang meradang
Kala nafas ditarik satu demi satu.
Wednesday, December 27, 2006
AQUADESTIRATA
Thursday, December 21, 2006
CERCA
Lekas menutup tirai terburu
Wewangian menyusup dalam celana
Kembali menatap langit dan 'pohonan
Mata rindu kosong tanpa detak
Mencari kata demi kata pada sepi..
-:-
Padang perburuan, panas dan gersang
Berhias pohon cangkok sepanjang jalan
Punggung lelah berderik menahan debu..
-::-
Keindahan adalah soal pencarian
Bila kau sebagai penyebut
Memberi ketakindahan pada sesuatu
Mungkin masih ada sesuatu
Terluput dari tangkapanmu..
-:::-
Cari! Tangkap!
Tuesday, December 19, 2006
GERAK
Untuk pergerakan dalam kesetiaan
Saat pandang mulai berubah bentuk
--dari belalak rindu
Menuju sipit kebosanan--
Dalam setia 'tiap gerak diuji
Dijerang dalam wajan berdalih api.
-:-
Cipta menjadi saat dalam gerak
Dan gerak dari tiap saat di uji
-::-
Remasan gerak dari gumpalan angan
Merajai buih gelombang waktu
Bahkan ketersesatannya dapat memandu jalan
Di antara kedunguan selimut ragu.
PUISI DAKI UNTUK MEILANI
Mengapa ada rasa yang mesti dinafikan?
Bukankah cinta lahir untuk dijaga?
Kepemilikan.. Siapatah yang miliki kita selain Dia?
--begitu banyak tanda tanya.. Berserak di tubir nama..
-^.^-
Dan atas nama cinta
Biar kubelai rambutmu perlahan
Lalu menyingkir dalam kebahagiaan dukana.
Tuesday, November 28, 2006
MANGGA DI KAKUS
Kita bakal lupa pada mangga indramayu
Yang kmarin kita puji
Molek-mewangi, dan manisnya..
Kini suda berganti bentuk
Dalam septikteng, bersama encuk, 'mbusuk..
Kita bakal lupa
Sekeluarnya dari kakus
Sambil bersiul-siul
Dengan rambut tersisir klimis
Penuh gaya.
Sunday, November 05, 2006
SONAR ALTAHALLI
Apa itu yang berdetak, Dok?
Seperti sebuah awalan -:-
-^- Dia hidup dan menghidupkan
Sekujur atom dalam tubuhku..
Dalam tiap sendi, balung,
Detaknya berdentam
Menuju palung terdalam..
Siapa yang menganugerahkan detak itu
Kepada kita semua, Dok?
Yang sore ini duduk terpana
'mandangi layar hitam-putih di mana
Bayangan kelabu bergerak-gerak
Meluruh semua seru-deru kepastian.
:-^-^-:
Sunday, October 15, 2006
TAFSIQUE
Seorang wartawati mewawancara seorang bini..
WAR: Bagaimana anda menggambarkan suami anda?
BIN: Seorang berkepribadian labil, slalu marah pada dunia, slalu merasa sendiri.. Meski aku slalu ada di sampingnya..
WAR: Lalu knapa anda tetap bertahan dengannya?
BIN: Saya seorang fatalist..
@@@(:-p)
Wartawati itu pulang ke rumah dan menilpun pacarnya..
WAR: Yang.. Cambuki aku dong malam ini..
PAC: Nyong.. Aku seorang masokist, bukan hedonist..
(Hening..)
(Klik!.. Brak!)
Di tempat lain,
Seorang Sapardi mengerut kening,
Berpikir: apatah puisi?
Apatah-ta-tah..
Apatis-tis-tis..
Apara-tus-tus..
Monday, October 09, 2006
JABANG AWALAN
Tahukah kau, kawan?
Kemarin aku melihat kehidupan di awal cipta
Begitu mungil dan damainya
Membuatku bagai terlahir kembali
Seraya memilah-milah langkah
Untuk dijajari tapak mungilnya nanti..
Kawan, pipiku bersemu pasi
Seperti Adam kala pertama turun ke bumi
Saat mula memeri nama --memulai ilmu--
Bersama segulung badai menguar tanya:
Mampukah aku?
Mampukah Aku?!
Sunday, October 08, 2006
BUKAN JENDELAKU
Pabila caya lampu di kelokan itu
terlihat lagi
.. Saat itulah mataku terganggu
...
Pabila kerjap bintang tak datang malam ini
Maka hanya tiang listrik terpampang
di luar jendela berdebu
di kamar bukan punyaku.
Thursday, October 05, 2006
MAGHRIB (2)
Jika tangis kepala kecil
--aku dan mauku--
Hanya dapat tercurah pada satu waktu..?
Baik, kubuang pertanyaanku!
Waktu selalu liwat dan kau selalu ada
Kujelaskan adamu pada diri ini
Meski selalu juga menentangnya
Kau, jeritan milik penjerit abadi..
MAGHRIB (1)
Dalam kerapnya keterpisahan kita
Jika kutemui kau pada satu waktu
Masihkah kau bersamaku?
Jika waktu itu menjadi satu-satunya
Waktu dariku untukmu..
Masihkah?
Wednesday, October 04, 2006
KOPI SORE
Para semut merubungi gula di atas meja..
Kopi krim dalam gelas plastik
dibiarkan panas mengepul
Ditiupi buhul-buhul..
Semua nelangsa
Semua butuh tegukan
Sesekali dan kemudian.
SENJAK
Peramkan suara tawa
dari seberang tanpa wujud
Sampai pergi semua rasa takut
Bukan sebuah larangan
Atau pembunuh semua laku
Saat masih di bibit keakanan..
Ini, hanya desir luka sore hari.
DATANG CINTA
Yang hadir sebagai epifani
Manifesto kejutan di ruang tamu
Yang berasal dari kedekatan
Sebait lupa dengan lembut raba-
kecup kening
yang selalu hangat ruam kuku
Yang kau rindu.. Ada di depanmu.
Tuesday, October 03, 2006
KANYUT
Rapuh juga tangkai tanganku
Luruh bila terlampai lenganmu
Kau begitu.. seluruh
..bergemuruh
Sesuatu yang belum terjangkau
..olehku
Atau sudah? Tapi kau tak mengakui?
Duh, prasangkaku!
WOEISME
Kumakan waktu bersama jeritan
Kepala kecil yang tak sudi mengalah
Ganas membesar dan melahap waktu
Sampai melupakan semua keterpisahan
Sedemikian lupa dan begitu lepas
Kalau pun rindu ingin bertemu
Setelah perjamuan usai, pencarian kembali berjalan
Pilu Perlu Palu..
Sunday, October 01, 2006
MAAFKAN, KASIH
Kala kau selalu di dekatku
Ku usir kau demi pribadiku
Kala kau mengintil kemana pun ku pergi
Ku sentil kau demi kebebasanku
Lalu, kau pun berlalu
Dan 1000 badai artik hinggap di mulutku
Dan sejuta stalaktit merajam kepalaku..
Sampai kusadari arti sebuah kehadiran
Nilai KITA di Altar Persembahan ini
Kasih, kuharap kau tak sebodoh aku.
KEMBOJA JEPUN
Kemboja yang tak tersiram hujan
Berjatuhan di atas pusara
Isyaratkan,
Semua akan keSana jua.
...
Tapi gagas tetap terjalin
Semua bayang 'nunggu dicipta
Pertahankan semua 'ingin
Percaya, Dia tetap di Sana.