Sunday, October 15, 2006

TAFSIQUE

Seorang wartawati mewawancara seorang bini..
WAR: Bagaimana anda menggambarkan suami anda?
BIN: Seorang berkepribadian labil, slalu marah pada dunia, slalu merasa sendiri.. Meski aku slalu ada di sampingnya..
WAR: Lalu knapa anda tetap bertahan dengannya?
BIN: Saya seorang fatalist..
@@@(:-p)
Wartawati itu pulang ke rumah dan menilpun pacarnya..
WAR: Yang.. Cambuki aku dong malam ini..
PAC: Nyong.. Aku seorang masokist, bukan hedonist..
(Hening..)
(Klik!.. Brak!)
Di tempat lain,
Seorang Sapardi mengerut kening,
Berpikir: apatah puisi?
Apatah-ta-tah..
Apatis-tis-tis..
Apara-tus-tus..

Monday, October 09, 2006

JABANG AWALAN

Tahukah kau, kawan?
Kemarin aku melihat kehidupan di awal cipta
Begitu mungil dan damainya
Membuatku bagai terlahir kembali
Seraya memilah-milah langkah
Untuk dijajari tapak mungilnya nanti..
Kawan, pipiku bersemu pasi
Seperti Adam kala pertama turun ke bumi
Saat mula memeri nama --memulai ilmu--
Bersama segulung badai menguar tanya:
Mampukah aku?
Mampukah Aku?!

Sunday, October 08, 2006

BUKAN JENDELAKU

Pabila caya lampu di kelokan itu
terlihat lagi
.. Saat itulah mataku terganggu
...
Pabila kerjap bintang tak datang malam ini
Maka hanya tiang listrik terpampang
di luar jendela berdebu
di kamar bukan punyaku.

Thursday, October 05, 2006

MAGHRIB (2)

Jika tangis kepala kecil
--aku dan mauku--
Hanya dapat tercurah pada satu waktu..?
Baik, kubuang pertanyaanku!

Waktu selalu liwat dan kau selalu ada
Kujelaskan adamu pada diri ini
Meski selalu juga menentangnya
Kau, jeritan milik penjerit abadi..

MAGHRIB (1)

Dalam kerapnya keterpisahan kita
Jika kutemui kau pada satu waktu
Masihkah kau bersamaku?
Jika waktu itu menjadi satu-satunya
Waktu dariku untukmu..
Masihkah?

Wednesday, October 04, 2006

KOPI SORE

Para semut merubungi gula di atas meja..
Kopi krim dalam gelas plastik
dibiarkan panas mengepul
Ditiupi buhul-buhul..

Semua nelangsa
Semua butuh tegukan
Sesekali dan kemudian.

SENJAK

Peramkan suara tawa
dari seberang tanpa wujud
Sampai pergi semua rasa takut

Bukan sebuah larangan
Atau pembunuh semua laku
Saat masih di bibit keakanan..

Ini, hanya desir luka sore hari.

DATANG CINTA

Yang hadir sebagai epifani
Manifesto kejutan di ruang tamu
Yang berasal dari kedekatan
Sebait lupa dengan lembut raba-
kecup kening
yang selalu hangat ruam kuku
Yang kau rindu.. Ada di depanmu.

Tuesday, October 03, 2006

KANYUT

Rapuh juga tangkai tanganku
Luruh bila terlampai lenganmu
Kau begitu.. seluruh
..bergemuruh
Sesuatu yang belum terjangkau
..olehku
Atau sudah? Tapi kau tak mengakui?
Duh, prasangkaku!

WOEISME

Kumakan waktu bersama jeritan
Kepala kecil yang tak sudi mengalah
Ganas membesar dan melahap waktu
Sampai melupakan semua keterpisahan
Sedemikian lupa dan begitu lepas
Kalau pun rindu ingin bertemu
Setelah perjamuan usai, pencarian kembali berjalan
Pilu Perlu Palu..

Sunday, October 01, 2006

MAAFKAN, KASIH

Kala kau selalu di dekatku
Ku usir kau demi pribadiku
Kala kau mengintil kemana pun ku pergi
Ku sentil kau demi kebebasanku
Lalu, kau pun berlalu
Dan 1000 badai artik hinggap di mulutku
Dan sejuta stalaktit merajam kepalaku..
Sampai kusadari arti sebuah kehadiran
Nilai KITA di Altar Persembahan ini
Kasih, kuharap kau tak sebodoh aku.

KEMBOJA JEPUN

Kemboja yang tak tersiram hujan
Berjatuhan di atas pusara
Isyaratkan,
Semua akan keSana jua.
...
Tapi gagas tetap terjalin
Semua bayang 'nunggu dicipta
Pertahankan semua 'ingin
Percaya, Dia tetap di Sana.