Sunday, November 25, 2007
GARIS-GARIS TABELARIS
Di lidah,
Di tenggorok,
Di otak,
Di sekeping daging kecil dalam timbangan..
-:-
Menggarisi sekujur pikiran-tubuh-cita
Merupa lajur-lajur tabel manis
Disesaki data-data
Ramalan cuaca
-:-
Dan ketidakpedulian itu.. duh!
Memberi dua garis dalam deskripsi
Diri hari ini.
Sunday, October 21, 2007
PUISI 101
Kau bilang cinta baiknya runut
Dan dapat didedahkan
Kau bilang cinta mesti ikut piala lama
--Jambangan dan arca-arca
........
Maka kau pun kehilangan cinta
Kerna terlalu banyak syaratmu k'padanya.
TONIL PATAS AC

Berdusta lalu berkilahlah
Dan semburkan kalimah sayur
Seperti biasa, kukucur k'ringat
Untuk sedapkan kuahmu
.......
Berdustalah,
Biar ku bisa berlagak marah
Lalu merajuk dan menggayutimu
Hihihi.. Tetaplah begitu
Jangan berubah
Jangan pernah, YA?!
Kendali ini masih milikku sendiri
Aku belum berminat untuk peduli
Apalagi cemburu. Aku
Hanya ingin mengunyah pertunjukkanmu
........
Saat layar ditutup
Aku pun melenggang pulang.
Tuesday, September 11, 2007
RAMADHAN 2007
Silahkan masuk dan merasuk
Seperti tahun lalu
Hadirmu menguar udara haru
Mengusap, menelusup,
Mempertanyakan:
Masihkah tersisa keyakinan
Di tengah bara api keraguan.
Wednesday, August 22, 2007
HOTEL RANDA
Diombang-ambing udara
Kutuk-bala menggelontor dari ujung jalan
Di mana selimut kulit mendekap erat
Hadiahkan tidur panjang tanpa mimpi
Di kamar-kamar sewa
-- tanpa pemilik pasti
Hanya beberapa kerani
-- merangkap jadi penjaga malam
Menghitung dan mengawasi
semua yang lalu-jalang
-- seperti kerbau tercucuk hidung
meruwat lalat-lalat di muka
-- Memandang, melantur, mengaduh..
Sampai bola-bola mata beradu
Melaju daya tarik-menarik
Antara tamu dan pintu
dari kamar-kamar sewa
yang bukan milik siapa-siapa.
Saturday, August 18, 2007
KEJADIAN 1-0
-:-
MAS : Ayo, tuntaskan..
MBAK: Tiadakah lagi yang bisa diperkatakan?
CICAK: (Sebenarnya apa yang dimaui dan siapa yang menginginkan?)
--@^.^@--@!!!@--
Kemudian si Mas pergi mencari
Pemuas kepala kecilnya yang selalu haus;
Lalu si Mbak terbang mencari
Seseorang atau sesuatu yang tak berputus;
Si Cicak terus mengembara
Dari dinding ke dinding, jendela ke jendela
Melihat dan mengingat semua
Semata kerna semuanya
Pada akhirnya adalah kenangan
Beriring harapan:
Semoga semua ulat akan berubah menjadi kupu-kupu.
Thursday, August 16, 2007
Mereka-reka MERDEKA
Tiada lagi kata-kata yang dibakar
atau membuat hangus
Jadi bahagia yang membahagiakan
Bukan menyenangkan demi aman
Di mana perutku adalah perutmu
Tidak terjejal masuk mulut buaya
Ya, ya, Merdeka..
Besok..
Barangkali..
Semoga!
Semua..!!
Monday, July 16, 2007
AVAST
Lubang-lubang kecil di tembok;
Beriring syukur atas
hilangnya semut-semut di kepala.
..........
Dalam sekali tarikan kuhisap penolak duka
...........
Ay, semua tersenyum manis
Meski sampai saat ini
KAU tetap tidak.
Wednesday, May 23, 2007
UNI
Mendinginkan mulut pagi buta
Jalur nafas pun mengembun
-:-
Ada balok es di mulutmu
Bikin beku air seni;
Kembali hangat di kamar mandi
-::-
Ada benua artik di tubuhmu
Menanti saat lumer
Mengharap untuk dilelehkan
Tuesday, March 20, 2007
HATURGI
Air mengetam dinding pualam
Haru menyulu' dada kopong
Mata menapis kurnia alam
Sukma bersyukur menola' kosong
-:-
Lampai, rampai, sampai
Rampai. Lampai. Sampai.
Lampairampaisampai
Rampailampaisampai
Sampai!
Thursday, March 15, 2007
MORTIR BISU
Telah banyak kulihat godam
Hilang tanpa dentam
Kernanya kutakmau jadi palu
Apalagi peluru
Biarkan kunikmati sisa hariku
Sambil mengunyah semua jenis tahu.
Friday, January 26, 2007
ARTI SEBUAH NAMA
Kupanggili kau punya nama
(Bukan soal Capulet atau Montague!)
Sebuah pemberian dengan asa mulia
(Tanpa tuntutan buat bersetuju.)
-:-
Ingatlah darah, kenanglah jerit awal
Dan semua pengorbanan demi kemilaumu
-::-
Bila aku memanggili tubuhmu,
Isi kepalamu, atau apa pun
Yang ku anggap sebagai kau..
Dekap diriku dan ayunkan
Ke semua sudut napak tilasmu
-:::-
Aku ingin mengerti
Dahiku disaput awan kelabu
Aku ingin memahami
Tidakkah kau lihat?
Ada rona ungu di mataku.
Saturday, January 20, 2007
KUNANGKUNANGKU
Berjalan pada titian rambutnya
Mengacung kulup terbelah. Duhai,
Kepala kecil be'bintang tujuh
Coba-coba tebak perihal
Si dekik bersipu simpul.. Ay!
Sampai diri terkapar!
-:-
Berkat memindai kilau tunggirnya:
Silap mata, lemas kaki, hilang 'pala!
Mulut-mulut pandan wangi menggulai
Pejau dengan madu kata-kata..
Hangus! Begitu banyak bahtera manja
mampus! Terdampar di labuan hampa
-:-
Nan betapa alun bestari
Lampaian sapa sang bidari
Dengan segala kunci rapatnya
Tetaplah ramah kunti dadanya.