Hanya makanan biasa; campuran tepung, telur dan gula. Disepuh pengembang, dipotong memanjang. Garam pun sila hadir, secukupnya. Wajan, dengan minyak panas bergolak, sambut pematangannya. Nikmat disantap hangat, pun jika disimpan sejenak -dalam wadah bertutup rapat. Biasa, seperti penganan pada umumnya.
Namun sore ini, rasanya menjadi begitu istimewa. Dihantarkan oleh sepasang pualam gading, diiring tatap telaga bening dengan kedalaman tak terduga, dan kelembutan nada harpa nirwana melantun serangkai kata: “Silakan... Mas,”
Jantungku dadak melonjak, entah jatuh di mana.
No comments:
Post a Comment