Ini kali pertamaku, tolong
Jangan sakiti aku ya?
Dia mengangguk, tapi
cambuknya sudah tergantung di pintu
Sungguh, aku baru
Jangan buat aku menangis pilu
Dia tersenyum, namun
punggungnya sudah digoresi rajah
dari begitu banyak raja
Permisi tante, aku pamit saja..
Lalu dia kalungkan seuntai mutiara cacat
dan menulis jadwal esok hari dengan darahku
di buku agendanya.
No comments:
Post a Comment